Selasa, 15 Juni 2021

Laporan baca P 4

 Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Nama : Sofia

Nim : 11901260

Kelas : PAI 4B



Pendidikan di Daerah Tertinggal


Di tulisan kali ini saya akan menuliskan atau menyingung mengenai pendidikan di daerah, yang di mana pendidikan di berbagai daerah perdalaman masih banyak yang tertingal, salah satunya tertingal dalam bidang sarana pembelajaran dan sebagainya.

Di sini dapat kita liahat Sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 45 yang tertulis di pasal 31 yang berbunyi: 

(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. 

(Namun pada kenyataannya belum semua warga Negara Indonesia mendapat kan pendidikan yang layak.)

(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. 

(Namun masih belum semua warga Negara mengikuti pendidikan, dan salah satu kendalanya yaitu biaya pendidikannya terlalu mahal untuk mereka).

(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang.

 (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

 (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.


Nah dapat kita lihat sendiri Makna dari Pasal 31 UUD 1945 tersebut adalah setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan tanpa kecuali. Pada kenyataannya, dengan kondisi negara Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau, mulai Sabang sampai Merauke, kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Padahal pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan sebuah bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumber daya manusia yang ada, dan pada akhirnya akan semakin tinggi pula daya kreatifitas pemuda Indonesia dalam mengisi pembangunan sebuah bangsa. Namun di Indonesia, untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas sesuai dengan standar nasional saja masih sangat sulit.

Berbagai permasalahan seringkali menghambat peningkatkan mutu pendidikan nasional, khususnya di daerah tertinggal atau terpencil, yang pada akhirnya mewarnai perjalanan pendidikan di Indoensia. Di suatu daerah terpencil masih banyak dijumpai kondisi di mana anak-anak belum terlayani pendidikannya. Angka putus sekolah yang masih tinggi. Juga masalah kekurangan guru, walaupun pada sebagain daerah, khususnya daerah perkotaan persediaan guru berlebih. Sarana dan prasarana yang belum memadai. Itulah sederat fakta-fakta yang menghiasai wajah pendidikan kita di daerah terpencil.

Daerah Sukamandang, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah dan Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah adalah salah satu contoh daerah tertinggal yang masih sangat kurang dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak. Di Sukamandang banyak ditemukan fakta-fakta kekurangan pelayanan pendidikan selama ini. Misalnya kekurangan guru, sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai, serta biaya operasional pendidikan yang sangat minim.

Sementara itu, di Luwuk, terlihat kekurangan-kekurangan yang sama seperti di Sukamandang seperti masalah kekurangan guru dan sarana prasarana sekolah yang belum memadai.

Terkait dengan masalah pemenuhan tenaga pendidik, pemerintah kita (melalui dinas pendidikan) sebenarnya secara khusus telah berusaha melakukan pemenuhan melalui penempatan guru-guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru yang ditempatkan di daerah tertinggal atau terpencil. Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru yang enggan mengajar di daerah terpencil dengan beragam alasan. Menurut Berg (2006) dalam Riza Diah, AK dan Pramesti Pradna P., salah satu faktor yang menyebabkan keengganan para guru untuk mengajar di daerah terpencil atau tertinggal adalah letak sekolah yang sulit dijangkau. Alasan berikutnya adalah minimnya fasilitas dan hiburan. Di Indonesia, pada umumnya guru yang mengajar di daerah terpencil tidak betah dikarenakan fasilitas yang tidak memadai. Selain jauh dari pusat keramaian, fasilitas tempat tinggal guru juga tidak dipenuhi oleh pemerintah. Akibatnya banyak guru yang merasa tidak nyaman dan mengajukan pindah ke sekolah yang berada di perkotaan.

Dengan adanya berbagai permasalahan penyelenggaran pendidikan di daerah tertinggal atau terpencil, seharusnya masalah pelayanan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat luas, melalui berbagai organisasi kemasyarakatan, NGO, dan organisasi lainnya bisa ikut terlibat dalam membantu mengatasi berbagai kekurangan layanan pendidikan di daerah terpencil.

Program-program pemberdayaan serta pengembangan kapasistas dan kompetensi guru, penyediaan sarana prasarana pendidikan, dan lain sebagainya adalah program-program yang bisa dilakukan untuk membantu ketertinggalan pendidikan anak-anak Indonesia di daerah tertinggal atau terpencil. Medco Foundation sebagai salah satu lembaga sosial yang bergerak di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan, mencoba berperan lebih aktif dalam membantu mengatasi berbagai masalah ketertinggalan pendidikan di daerah tertinggal atau terpencil. Bekerja sama dengan unit usaha Medco Group yang lain, Medco Foundation merintis School Improvement Program yang berusaha memberikan bantuan penguatan kapasitas dan sistem pendidikan di sekolah-sekolah di daerah tertinggal. 

Baiklah mungkin hanya ini yang dapat saya bagikan pada blog saya kali ini, jika ada kesalahan dalam penulisan saya peribadi mohon maaf.

Wasalam.

Senin, 07 Juni 2021

Laporan baca P 3

 Nama : sofia

Nim : 11901260

Kelas : PAI 4B

Makul : Magang 1


Pendidikan Di Indonesia


Saat kita menyebut kata pendidikan yang kita fikirkan pertama kali yaitu bagai mana sistem pembelajaran, apa gunanya pendidikan dan manfaat pendidikan bagi diri kita, keluarga dan semua orang. Didalam jurnal dan juga artikel-artikel yang sudah saya baca banyak sekali membahas tentang pendidikan dari zaman dulu higa zaman sekarang, dan bagaiman perubahnnya yang pertama kali di mulai dari sekolah yang hanya di kususk kan untuk orang eropa, lalu sekolah untuk pribumi, dan berubah menjadi sekolah yang kita ketahui sekarang, yang dimana semua kalanggan masyarakat dapat bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang sama tabpa harus membeda-bedakan antara orang eropa dan rakyat biasa.

Saat kita searching di internel mengenai pendidikan pasti yang kita temukan adalah bangai mana sejarah pertama kali pendidikan di mulai di Indonesia, lalu jenjang pendidikan, jalur pendidikan dan jenis pendidikan. 

Dari artikel yang say abaca Pengertian Pendidikan  adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pengertian Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau  untuk kemajuan lebih baik. Secara sederhana, Pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir.


Sedangkan dari jurnal yang saya baca pengertian pendidikan atau Secara Etimologi atau asal-usul, kata pendidikan dalam bahasa inggris disebut dengan education, dalam bahasa latin pendidikan disebut dengan educatum yang tersusun dari dua kata yaitu E dan Duco dimana kata E berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit banyak, sedangkan Duco berarti erkembangan atau sedang berkembang.

 Jadi, Secara Etimologi pengertian pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu.  Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Lalu apa pengertian dari pendidikan yang selama ini dijalani manusia? Menurut KBBI kata pendidikan datang dari kata “didik” dengan memperoleh imbuhan “pe” serta akhiran “an”, yang artinya langkah, sistem atau perbuatan mendidik. 

Sedangkan Kata pendidikan secara bahasa datang dari kata “pedagogi” yaitu “paid” yang artinya anak serta “agogos” yang artinya menuntun, jadi pedagogi yaitu pengetahuan dalam menuntun anak. Sedang secara istilah pengertian pendidikan adalah satu sistem pengubahan sikap serta perilaku seorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia atau peserta didik lewat usaha pengajaran serta kursus.

Seperti yang sudah saya sampaikan di atau bahwa Pendidikan yang sekarang dapat diperoleh baik secara formal dan non formal. Yang dimana Pendidikan secara formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, terstruktur oleh suatu insititusi, departemen atau kementrian suatu negara seperti di sekolah yang dimana pendidikan memerlukan sebuah Kurikulum untuk melaksanakan perencanaan penganjaran. Sedangkan pendidikan non formal adalah pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain.

Sedangkan Pendidikan di Indonesia sendiri dapat di artikan adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Yang dimana Secara terstruktur disini yaitu, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud),dimana dahulu bernama Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Depdiknas). 

Di Indonesia sendiri semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar dan tiga tahun di sekolah menengah pertama. Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 

  Pendidikan di Indonesia sekarang terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah,   dan tinggi. 

Sejarah pendidikan di indonesia

Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal bagi penduduk Hindia Belanda (cikal bakal Indonesia), meskipun terbatas bagi kalangan tertentu yang terbatas. Sistem yang mereka perkenalkan secara kasar sama saja dengan struktur yang ada sekarang, dengan tingkatan sebagai berikut: 

Europeesche Lagere School (ELS), sekolah dasar bagi orang Eropa

Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar bagi pribumi

Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama

Algemeene Middelbare School (AMS), sekolah menengah atas

Sejak tahun 1930-an, Belanda memperkenalkan pendidikan formal terbatas bagi hampir semua provinsi di Hindia Belanda. 

Jenjang pendidikan di indonesia

Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. 

1. Pendidikan anak usia dini

Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. 

2. Pendidikan dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun, yaitu Sekolah Dasar (SD) selama 6 tahun dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama 3 tahun. Pendidikan dasar merupakan Program Wajib Belajar. 

3. Pendidikan menengah

Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan dasar, yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selama 3 tahun waktu tempuh pendidikan. 

4. Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Sekoalh di Indonesia di bagi menjadi beberap tingkatan mulai dari kelas taman kanak-kanak yang di muali dari usia 3-6 tahun, lalu beranjak ke sekoalah dasar yang di mulai 6-12 tahun, berlanjut ke sekolah menengah pertama dimulai dari usia 12-15 tahun, lau naik ke seklah menengah atas/kejuruan di muali dari usia 15-18 dan yang terakhir tingkat perkuliahan atau akademi/institute/politeknik/sekolah tinggi/universitas.

Jalur pendidikan di indonesia

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. 

1. Pendidikan formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. 

2. Pendidikan nonformal

Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar. Terdapat pula Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang banyak terdapat di setiap masjid, dan Sekolah Minggu yang terdapat di semua gereja. 

Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. 

3. Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.

Jenis pendidikan di indonesia

Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. 

1. Pendidikan umum

Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). 

2. Pendidikan kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah kejuruan ini memiliki berbagai macam spesialisasi keahlian tertentu. 

3. Pendidikan akademik

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu. 

4. Pendidikan profesi

Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional. 

5. Pendidikan vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1). 

6. Pendidikan keagamaan

Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama. 

7. Pendidikan khusus

Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkebutuhan khusus atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa/SLB).

Dari jurna yang say abaca sejarah kurikulum di Indonesia dalam suatu sistem pendidikan kurikulum itu sifatnya dinamis serta harus selalu dilakukan perubahan dan pengembangan, agar dapat mengikuti perkembangan dan tantangan zaman. Meskipun demikian, perubahan dan pengembanganya harus dilakukan secara sistematis, terarah, tidak asal berubah. Sejarah kurikulum di Indonesia sudah melalui perjalanan panjang, sejarah mencatat perubahan tersebut mulai tahun 1947, 1952, 1964,1975,1984,1994, 2004, 2006, dan yang palin anyar adalah kurikulum 2013. Masalahnya, apabila beragam perubahan dalam bidang kurikulum yang telah diupayakan pemerintah kandas di tengah jalan, bagaimanakah nasib kurikulum 2013? Dengan demikian, agar tidak memiliki nasib yang sama, untuk itu pemerintah harus mengusahakan secara optimal agar para pelaksanaka kurikulum di lapangan terutama para guru bisa memahami ide-ide yang terkandung dalam kurikulum dengan baik dan benar. Jangan sampai kurikulum berubah, tapi pola pikir tetap belum berubah, masih tetap seperti sedia kala. Pemerintah harus melibatkan guru secara aktif dalam kajian, uji coba, dan penilaian berbagai aspek kurikuler. Selanjutnya memberdayakan guru secara berkesinambungan dalam peningkatan profesional mereka sebagai nara sumber kurikulum. Disamping itu, tidak memposisikan kurikulum sebagai strategi reformasi baru yang lebih penting dari guru, yang menjadikan guru semata-mata sebagai unsur pelaksana kurikulum. Di sisi lain, perlu perubahan pada tingkat perumus kurikulum, kurikulum harus sepenuhnya dirumuskan dengan memperhitungkan landasan filosofis, pedagogis, sosiologis, sosial, budaya, teknis dan politis sebagai basis kurikulum, serta memperhitungkan kondisi yang nyata dalam masyarakat dan dunia pendidikan.

Senin, 19 April 2021

Laporan bacaan P2

 Nama : Sofia

Nim : 11901260

Kelas : PAI/4B

Mata kuliah : Magang 1

Kebudayaan Nasional 

Menurut artikel yang say abaca kebudayaan nasional yang di mana apabila di kaitkan denga Negara Indonesia adalah budaya yang di hasilkan oleh bangsa Indonesia sejak zaman dulu hingga kini sebagai sesuatu katya yag khas dan di bangkan, serta mencerminkan jati diri dan idetitas bangsa Indonesia.

Yang dimana kebudayaan ini tidak semua bangasa dan Negara lain miliki. Di Indonesia sendiri memiliki bayak sekali kebudayaan nasional dan ini menjadi crikas dan gaya tarik tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Disini saya akan menjelaskan dan menyebutkan Kebudayaan Nasional menurut Pengertian, Daerah, Unsur, Kebudayaan Asing, Contoh, dan menurut pendapat Para Ahli. Yang dimana Konsep kebudayaan Indonesia itu sediri sebenarnya dimulai dan dibangun oleh para pendahulu kita, yang mengacu pada nilai-nilai yang dipahami, dianut, dan dipedomani oleh bangsa Indonesia itu sendiri. Nilai-nilai tersebut ada dan terkandung dalam sistem budaya etnik yang ada di Indonesia ini.

Budaya adalah tindakan / perilaku yang mengandung nilai – nilai penting yang diwariskan dari generasi ke generasi yang telah menjadi suatu tradisi dalam masyarakatnya.

Pengertian Budaya Menurut Para Ahli

Yang pertama menurut Lehman, Himstreet, dan Batty

Budaya adalah sekumpulan pengalaman hidup yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Pengalaman hidup masyarakat tentu saja sangatlah banyak dan variatif, termasuk di dalamnya bagaimana perilaku dan keyakinan atau kepercayaan masyarakat itu sendiri.


Yang kedua menurut Mitchel

Budaya adalah seperangkat nilai-nilai yang inti, kepercayaan, standar , pengetahuan, moral hukum, dan perilaku yang disampaikan oleh individu – individu dan masyarakat, yang menentukan bagaimana seseorang bertindak, berperasaan, dan memandang dirinya serta orang lain.


Yang ketiga Bovee dan Thil

Budaya adalah sistem sharing dan sebuah simbol atas kepercayaan, sikap, nilai-nilai moral, harapan, dan norma-norma dalam berperilaku.

Yang keempat Murphy Dan Hildebrandt

Budaya adalah sebuah karakteristik perilaku dalam suatu kelompok. Pengertian ini juga mengindikasikan bahwa komunikasi verbal dan non verbal dalam suatu kelompok juga merupakan karakter dari kelompok tersebut dan cenderung unik atau berbeda dengan yang lainnya.

Pengertian budaya menurut para ahli tersebut berbeda-beda, namun tetap mengarah pada satu pengertian, yaitu budaya adalah sesuatu yang digunakan untuk menggambarkan nilai dan norma yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat tertentu dan telah mengakar didalamnya.

Pengertian Kebudayaan Nasional

Konsep kebudayaan Indonesia sebenarnya dimulai dan dibangun oleh para pendahulu kita, yang mengacu pada nilai-nilai yang dipahami, dianut, dan dipedomani oleh bangsa Indonesia itu sendiri. Nilai-nilai tersebut ada dan terkandung dalam sistem budaya etnik yang ada di Indonesia ini. Nilai-nilai tersebut telah dianggap sebagai puncak dari kebudayaan daerah, sebagaimana ciri khas kebudayaan bangsa Indonesia itu sendiri. Kebudayaan nasional Indonesia adalah kebudayaan yang berasal dari bangsa Indonesia itu sendiri, yaitu semua nilai-nilai luhur dan falsafah bangsa yang berada didalam masyarakat dan hal tersebut murni dari Indonesia itu sendiri.

Kebudayaan nasional pada intinya adalah gabungan dari berbagai maca budaya daerah di suatu negara tertentu, seperti Indonesia. Indonesia memang mempunyai beraneka ragam kebudayaan, tetapi hal tersebut tidak menjadikan Indonesia menajdi terpecah belah, melainkan hal tersebut membuat Indonesia menjadi satu kesatuan yang kuat dan kokoh, sebagaimana dengan prinsipnya yaitu ‘Bhineka Tunggal Ika’, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Meskipun demikian, kita harus melestarikan budaya nasional kita agar supaya budaya kita tida diambil dan diakui oleh negara lain.

Pengertian Kebudayaan Daerah

Kebudayaan daerah adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah tertentu dan merupakan suatu warisan budaya untuk daerah tersebut yang mempunyai ciri khas tersendiri dan berbeda dari yang lainnya. Budaya tradisi (daerah) juga dapat diartikan sebagai penentu norma dalam perilaku yang teratur, serta merupakan kesenian verbal pada umumnya untuk meneruskan kebiasaan dan nilai-nilai budaya daerah (bangsa).

Kebudayaan daerah yang ada di Indonesia ini semakin lama semakin tergerus oleh arus globalisasi yang sudah merajalela di negara kita. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa, kita harus melestarikan dan mempertahankan budaya daerah tersebut agar tidak hilang ditelan oleh zaman.

Beberapa budaya daerah yang ada di Indonesia anatara lain:

________________________________________

1. Wayang golek dari Jawa Barat

2. Jaipong dari Jawa Barat

3. Degung dari Jawa Barat

4. Reog Ponorogo dari Jawa Timur

5. Ondel-ondel dari Jakarta

6. Lengger dari Jawa Tengah

7. Lagu Lir-ilir dari Jawa Tengah

8. Macapat dari Jawa Tengah

9. Tari Seudati dari Nangroe Aceh Darussalam

10. Tari Sekapur Sirih dari Jambi

Pengertian Kebudayaan Nasional Menurut Koentjaraningrat Dan UUD 1945

Budaya Indonesia merupakan semua kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, ataupun kebudayaan asal asing yang sudah ada di Indonesia sebelum merdeka pada tahun 1945.

Penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32

Pernyataan yang tertera pada GBHN itu adalah penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini para tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah serta kebudayaan nasional terkait dengan dihapuskannya tiga kalimat penjabaran pada pasal 32 serta adanya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah bila batasan tentang kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.

Sebelum di Amandemenkan

Sebelum di amandemenkan, UUD 1945 memakai dua istilah sebagai indentifikasi kebudayaan daerah serta kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, merupakan kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak di daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional itu sendiri dipahami sebagai kebudayaan bangsa yang sudah berada pada posisi yang mempunyai makna bagi seluruh bangsa Indonesia.

Dalam suatu kebudayaan nasional ada unsur persatuan dari Bansa Indonesia yang telah sadar serta mengalami persebaran secara nasional. Didalamnya ada unsur kebudayaan bangsa serta unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.

Unsur-Unsur Kebudayaan

Unsur-unsur kebudayaan adalah suatu ciri khas yang membedakan kebudayaan dari daerah yang satu dengan daerah yang lain. Unsur-unsur tersebut antara lain :


1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui dan dipelajari oleh manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan.

Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi:

1. pengetahuan tentang alam

2. pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya

3. pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia

4. pengetahuan tentang ruang dan waktu

Teknologi adalah segala cara dan alat yang digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.


2. Sistem Ekonomi

Unsur ini berhubungan erat dengan alokasi produksi, tenaga kerja dan distribusi.


3. Sistem sosial

Sistem ini mengatur tentang perkawinan, tempat tinggal, sistem kekerabatan keluarga, jaringan sosial antar individu berdasarkan perkawinan dan garis keturunan darah. Organisasi sosial ini adalah sekumpulan organisasi sosian yang didirikan oleh masyarakat itu sendiri, baik yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum yang mempunyai fungsi sebagai agen partisipasi inspirasi masyarakat dalam upaya pembangunan bangsa dan negara.


4. Sistem Politik

Adalah jalan, cara dan alat yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.



5. Sistem Kepercayaan

Ada saatnya dimana pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangatlah terbatas. Dan kesadarah akan keterbatasan yang ada pada manusia, kesadaran akan adanya kekuatan supranatural tersebut melahirkan sebuah sistem kepercayaan, yang dalam waktu bersamaan, memunculkan keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sitem alam semesta ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian dari alam semesta ini. Berhubungan dengan hal tersebutlah, manusia, baik secara individual maupun kelompok masyarakat, mereka tidak dapat lepas dari sistem kepercayaan terhadap sang penguasa alam semesta tersebut.


6. Sistem Bahasa

Bahasa adalah suatu wujud budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi satu sama lain, baik secara lisan maupun tertulis dengan tujuan menyampaikan maksud hati ataupun kemauan kepada lawan bicaranya. Melalui bahasa inilah, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, kebiasaan dan tata krama masyarakat untuk berbaur dengan masyarakat lainnya.


7. Sistem Kesenian

Kesenian ini mengacu kepada nilai keindahan / estetika yang berasal dari ekspresi akan hasrat manusia tentang keindahan yang dapat dinikmati dengan mata ataupun telinga. Dan kesenian ini adalah pranata yang digunakan untuk mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia itu sendiri.

Unsur-unsur Yang Dipertahankan Dalam Kebudayaan

1. Unsur yang mempunyai fungsi vital dan telah diterima oleh masyarakat luas. Contoh dari unsur ini yaitu sistem kekerabatan yang telad ada selama berpuluh-puluh tahun

2. Unsur yang diterima melalui sosialisasi sejak kecil dan telah menyatu didalam diri orang tersebut. Contoh dari unsur ini yaitu makanan pokok orang

3. Unsur kebudayaan yang menyangkut agama / religi.

4. Unsur-unsur yang menyangkut ideologi dan falsafah

Pengaruh Kebudayaan Asing di Indonesia

Kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini, sangat mempengaruhi kebudayaan Indonesia itu sendiri. Hal tersebut mempunyai sisi positif dan negatif bagi Indonesia.

1. Dampak Positif

Pengaruh tata nilai dan sikap

Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan memicu untuk berpikir ketingkat yang lebih maju.

Tingkat Kehidupan yang lebih Baik

Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

2. Dampak Negatif

Pola Hidup Konsumtif

Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

Sikap Individualistik

Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.

Gaya Hidup Kebarat-baratan

Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli contohnya adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan remaja yang bebas, dan lain-lain.

Kesenjangan Sosial

Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu yang lain. Hal ini akan menimbulkan kesenjangan sosial dalam masyarakat. Kesenjangan sosial ini menyebabkan adanya jarak antara si kaya dan si miskin sehingga sangat mungkin bisa merusak kebhinekaan dan ketunggalikaan Bangsa Indonesia.

Senin, 12 April 2021

Laporan hasil bacaan (Magang 1)

 Nama : sofia

Nim : 11901260

Kelas : PAI 4B

Makul : Magang 1


Pendidikan Di Indonesia


Saat kita menyebut kata pendidikan yang kita fikirkan pertama kali yaitu bagai mana sistem pembelajaran, apa gunanya pendidikan dan manfaat pendidikan bagi diri kita, keluarga dan semua orang. Didalam jurnal dan juga artikel-artikel yang sudah saya baca banyak sekali membahas tentang pendidikan dari zaman dulu higa zaman sekarang, dan bagaiman perubahnnya yang pertama kali di mulai dari sekolah yang hanya di kususk kan untuk orang eropa, lalu sekolah untuk pribumi, dan berubah menjadi sekolah yang kita ketahui sekarang, yang dimana semua kalanggan masyarakat dapat bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang sama tabpa harus membeda-bedakan antara orang eropa dan rakyat biasa.

Saat kita searching di internel mengenai pendidikan pasti yang kita temukan adalah bangai mana sejarah pertama kali pendidikan di mulai di Indonesia, lalu jenjang pendidikan, jalur pendidikan dan jenis pendidikan. 

Dari artikel yang say abaca Pengertian Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pengertian Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau untuk kemajuan lebih baik. Secara sederhana, Pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir.


Sedangkan dari jurnal yang saya baca pengertian pendidikan atau Secara Etimologi atau asal-usul, kata pendidikan dalam bahasa inggris disebut dengan education, dalam bahasa latin pendidikan disebut dengan educatum yang tersusun dari dua kata yaitu E dan Duco dimana kata E berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit banyak, sedangkan Duco berarti erkembangan atau sedang berkembang.

 Jadi, Secara Etimologi pengertian pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu. Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Lalu apa pengertian dari pendidikan yang selama ini dijalani manusia? Menurut KBBI kata pendidikan datang dari kata “didik” dengan memperoleh imbuhan “pe” serta akhiran “an”, yang artinya langkah, sistem atau perbuatan mendidik. 

Sedangkan Kata pendidikan secara bahasa datang dari kata “pedagogi” yaitu “paid” yang artinya anak serta “agogos” yang artinya menuntun, jadi pedagogi yaitu pengetahuan dalam menuntun anak. Sedang secara istilah pengertian pendidikan adalah satu sistem pengubahan sikap serta perilaku seorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia atau peserta didik lewat usaha pengajaran serta kursus.

Seperti yang sudah saya sampaikan di atau bahwa Pendidikan yang sekarang dapat diperoleh baik secara formal dan non formal. Yang dimana Pendidikan secara formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, terstruktur oleh suatu insititusi, departemen atau kementrian suatu negara seperti di sekolah yang dimana pendidikan memerlukan sebuah Kurikulum untuk melaksanakan perencanaan penganjaran. Sedangkan pendidikan non formal adalah pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain.

Sedangkan Pendidikan di Indonesia sendiri dapat di artikan adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Yang dimana Secara terstruktur disini yaitu, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud),dimana dahulu bernama Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Depdiknas). 

Di Indonesia sendiri semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar dan tiga tahun di sekolah menengah pertama. Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 

  Pendidikan di Indonesia sekarang terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi. 

Sejarah pendidikan di indonesia

Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal bagi penduduk Hindia Belanda (cikal bakal Indonesia), meskipun terbatas bagi kalangan tertentu yang terbatas. Sistem yang mereka perkenalkan secara kasar sama saja dengan struktur yang ada sekarang, dengan tingkatan sebagai berikut: 

• Europeesche Lagere School (ELS), sekolah dasar bagi orang Eropa

• Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar bagi pribumi

• Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama

• Algemeene Middelbare School (AMS), sekolah menengah atas

Sejak tahun 1930-an, Belanda memperkenalkan pendidikan formal terbatas bagi hampir semua provinsi di Hindia Belanda. 

Jenjang pendidikan di indonesia

Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. 

1. Pendidikan anak usia dini

Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. 

2. Pendidikan dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun, yaitu Sekolah Dasar (SD) selama 6 tahun dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama 3 tahun. Pendidikan dasar merupakan Program Wajib Belajar. 

3. Pendidikan menengah

Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan dasar, yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selama 3 tahun waktu tempuh pendidikan. 

4. Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Sekoalh di Indonesia di bagi menjadi beberap tingkatan mulai dari kelas taman kanak-kanak yang di muali dari usia 3-6 tahun, lalu beranjak ke sekoalah dasar yang di mulai 6-12 tahun, berlanjut ke sekolah menengah pertama dimulai dari usia 12-15 tahun, lau naik ke seklah menengah atas/kejuruan di muali dari usia 15-18 dan yang terakhir tingkat perkuliahan atau akademi/institute/politeknik/sekolah tinggi/universitas.

Jalur pendidikan di indonesia

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. 

1. Pendidikan formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. 

2. Pendidikan nonformal

Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar. Terdapat pula Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang banyak terdapat di setiap masjid, dan Sekolah Minggu yang terdapat di semua gereja. 

Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. 

3. Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.

Jenis pendidikan di indonesia

Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. 

1. Pendidikan umum

Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). 

2. Pendidikan kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah kejuruan ini memiliki berbagai macam spesialisasi keahlian tertentu. 

3. Pendidikan akademik

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu. 

4. Pendidikan profesi

Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional. 

5. Pendidikan vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1). 

6. Pendidikan keagamaan

Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama. 

7. Pendidikan khusus

Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkebutuhan khusus atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa/SLB).

 Dari jurna yang say abaca sejarah kurikulum di Indonesia dalam suatu sistem pendidikan kurikulum itu sifatnya dinamis serta harus selalu dilakukan perubahan dan pengembangan, agar dapat mengikuti perkembangan dan tantangan zaman. Meskipun demikian, perubahan dan pengembanganya harus dilakukan secara sistematis, terarah, tidak asal berubah. Sejarah kurikulum di Indonesia sudah melalui perjalanan panjang, sejarah mencatat perubahan tersebut mulai tahun 1947, 1952, 1964,1975,1984,1994, 2004, 2006, dan yang palin anyar adalah kurikulum 2013. Masalahnya, apabila beragam perubahan dalam bidang kurikulum yang telah diupayakan pemerintah kandas di tengah jalan, bagaimanakah nasib kurikulum 2013? Dengan demikian, agar tidak memiliki nasib yang sama, untuk itu pemerintah harus mengusahakan secara optimal agar para pelaksanaka kurikulum di lapangan terutama para guru bisa memahami ide-ide yang terkandung dalam kurikulum dengan baik dan benar. Jangan sampai kurikulum berubah, tapi pola pikir tetap belum berubah, masih tetap seperti sedia kala. Pemerintah harus melibatkan guru secara aktif dalam kajian, uji coba, dan penilaian berbagai aspek kurikuler. Selanjutnya memberdayakan guru secara berkesinambungan dalam peningkatan profesional mereka sebagai nara sumber kurikulum. Disamping itu, tidak memposisikan kurikulum sebagai strategi reformasi baru yang lebih penting dari guru, yang menjadikan guru semata-mata sebagai unsur pelaksana kurikulum. Di sisi lain, perlu perubahan pada tingkat perumus kurikulum, kurikulum harus sepenuhnya dirumuskan dengan memperhitungkan landasan filosofis, pedagogis, sosiologis, sosial, budaya, teknis dan politis sebagai basis kurikulum, serta memperhitungkan kondisi yang nyata dalam masyarakat dan dunia pendidikan.